Tangselmu.id
  • Beranda
  • Berita Terkini
    • Seputar Tangsel
    • Seputar Banten
    • Nasional
    • Pendidikan
    • Politik
    • Hukum & kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan
    • Lifestyle
  • Info PDM Tangsel
    • Kajian Bulanan
    • Program Kerja
    • Kegiatan PCM & PRM
  • Info Persyarikatan
    • Kabar PP
    • Aisyiyah
    • Kabar PWM Banten
    • Ortom
    • Daerah
  • Tokoh
  • Kata Pakar
  • Opini
  • E-Library
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Terkini
    • Seputar Tangsel
    • Seputar Banten
    • Nasional
    • Pendidikan
    • Politik
    • Hukum & kriminal
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan
    • Lifestyle
  • Info PDM Tangsel
    • Kajian Bulanan
    • Program Kerja
    • Kegiatan PCM & PRM
  • Info Persyarikatan
    • Kabar PP
    • Aisyiyah
    • Kabar PWM Banten
    • Ortom
    • Daerah
  • Tokoh
  • Kata Pakar
  • Opini
  • E-Library
No Result
View All Result
Tangselmu.id
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Terkini
  • Info PDM Tangsel
  • Info Persyarikatan
  • Tokoh
  • Kata Pakar
  • Opini
  • E-Library

Membaca Arah Civil Islam Indonesia: MAARIF Institute Gelar Diskusi MAARIF House Bedah Kedekatan Ormas dan Kekuasaan

by Redaksi
10 Agustus 2026
in Berita Terkini, Nasional
A A
Membaca Arah Civil Islam Indonesia: MAARIF Institute Gelar Diskusi MAARIF House Bedah Kedekatan Ormas dan Kekuasaan

Jakarta, 7 Agustus 2026 — MAARIF Institute kembali menggelar diskusi publik bertajuk MAARIF House. Kali ini mengangkat tema “Quo Vadis Civil Islam Indonesia?: Kepemimpinan dan Tantangan Kebangsaan” di Menara Tanwir PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (7/8). Forum ini mengkritisi dinamika pergeseran peran organisasi masyarakat (ormas) Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, yang belakangan dinilai makin mendekat ke lingkar penyelenggaraan negara.

Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, menegaskan bahwa momentum diskusi ini sangat krusial mengingat NU dan Muhammadiyah akan segera menggelar muktamar. Mengingat sejarah Orde Baru dan Reformasi 1998 di mana ormas Islam bertindak sebagai benteng kritis penopang demokrasi dan isu kebangsaan, perubahan posisi mereka saat ini memicu pertanyaan mendasar.

“Jika dahulu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama berada di pinggir kekuasaan sehingga tetap kritis, kini keduanya menjadi bagian dari lingkar penyelenggaraan negara. Apabila keduanya berada sangat dekat dengan kekuasaan, apakah masih dapat dianggap sebagai kekuatan civil Islam, ataukah kita memerlukan redefinisi terhadap konsep civil Islam itu sendiri?” ujar Andar Nubowo dalam sambutannya.

BacaJuga

Ketika Penyakit Hati Bertemu Ilmu Psikologi dan Kedokteran: Refleksi Kajian Tazkiyatun Nafs KH. Ahmad Sodiq

Ketika sistem penerimaan murid baru semakin membingungkan masyarakat

Bank BSN Garap Ekosistem Muhammadiyah, Bidik Jutaan Anggota dan Amal Usaha

Hadir sebagai narasumber, antropolog budaya dari Emory University, Amerika Serikat, Prof. James B. Hoesterey, serta pakar studi keislaman dari Kangwon National University, Korea Selatan, Prof. Hyung-Jun Kim.

Hoesterey menggarisbawahi bahwa persoalan utama dari kedekatan ormas dengan pemerintah bukanlah soal siapa yang mendapat porsi kekuasaan, melainkan bagaimana kepercayaan publik itu dikelola. Ia mengingatkan adanya risiko besar jika keterlibatan ormas Islam dalam kebijakan seperti konsesi tambang atau jabatan publik justru mencederai hak-hak masyarakat bawah.

“Pertanyaan utamanya bukan sekadar siapa yang lebih dekat dengan kekuasaan, melainkan apa yang hendak dilakukan setelah memperoleh posisi tersebut. Risiko terbesar dari kedekatan dengan kekuasaan adalah hilangnya kepercayaan rakyat terhadap organisasi. Ormas Islam perlu melakukan muhasabah dan introspeksi: apakah kedekatan ini membawa kemaslahatan atau justru risiko reputasi?” tegas James B. Hoesterey.

Sementara itu, Hyung-Jun Kim menyoroti fenomena pergeseran wacana internal di tubuh ormas Islam yang belakangan terkesan lebih terfokus pada isu anggaran dan jabatan pemerintahan. Menurutnya, karakter kepemimpinan Muhammadiyah yang bersifat kolektif-kolegial sejatinya menjadi kekuatan untuk menetralkan syahwat politik individu.

“Dalam beberapa tahun terakhir, perbincangan aktivis internal bergeser ke isu anggaran dan posisi di kementerian. Walau peran civil Islam tetap ada, penonjolannya melemah karena orientasi organisasi tersita pada persoalan keuangan. Meski begitu, sistem kepemimpinan kolegial di Muhammadiyah tetap menjadi benteng yang mencegah penonjolan figur individual secara berlebihan,” papar Hyung-Jun Kim.

Diskusi MAARIF House ini ditutup dengan ajakan reflektif bagi seluruh elemen ormas Islam di Indonesia untuk kembali pada nilai-nilai dasar pergerakan: menjaga independensi, memperkuat tradisi kritis, dan memprioritaskan kepercayaan rakyat di atas kepentingan politik praktis. (DM)

Tags: Hyung-Jun KimJames B. HoestereyMa'arif InstituteMAARIF House
ShareTweetSendShareShareSend

Artikel Terkait

Ma’Arif House Bincang Agama, Kebudayaan Dan Moralitas Publik

Ma’Arif House Bincang Agama, Kebudayaan Dan Moralitas Publik

11 September 2024
Perkuat Inkusi Sosial Keagamaan, MA’ARIF Institut Gelar Workshop NVC Bagi Aktivis Lintas Agama

Perkuat Inkusi Sosial Keagamaan, MA’ARIF Institut Gelar Workshop NVC Bagi Aktivis Lintas Agama

12 Agustus 2024
Andar Nubowo Direktur Eksekutif Baru MA’ARIF Institute

Andar Nubowo Direktur Eksekutif Baru MA’ARIF Institute

22 Mei 2024
MA’ARIF Institute Bahas Moderasi Beragama dalam Acara Tadarus Ramadhan

MA’ARIF Institute Bahas Moderasi Beragama dalam Acara Tadarus Ramadhan

22 Maret 2024
Mengenang Setahun Wafatnya Buya Syafi’i Ma’arif

Mengenang Setahun Wafatnya Buya Syafi’i Ma’arif

26 Oktober 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini

  • Seputar Tangsel
  • Seputar Banten
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional

Info PDM Tangsel

  • Kajian Bulanan
  • Program Kerja
  • Kegiatan PCM & PRM

Info Persyarikatan

  • Himbauan PP
  • Kegiatan PWM
  • Ortom
  • Daerah
  • Aisyiyah

Tautan Terkait

  • Tokoh
  • Kata Pakar
  • Opini
  • E-Library
  • Muhammadiyah.id
  • Web PP Muhammadiyah

© 2025 tangselmu.id. All right reserved.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Terkini
    • Seputar Tangsel
    • Seputar Banten
    • Nasional
    • Politik
    • Hukum & kriminal
    • Pendidikan
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Sains & Teknologi
    • Kesehatan
    • Lifestyle
  • Info PDM Tangsel
    • Kajian Bulanan
    • Program Kerja
    • Kegiatan PCM & PRM
  • Info Persyarikatan
    • Kabar PP
    • Kabar PWM Banten
    • Ortom
    • Daerah
    • Aisyiyah
  • Tokoh
  • Kata Pakar
  • Opini
  • E-Library

© 2025 Tangselmu.id. All right reserved.